Seorang pemimpinlah yang menentukan jalannya organisasi,
sasaran-sasaran yang ingin dicapai baik internal maupun eksternal, aset dan
skill yang diperlukan, kesempatan dan resiko yang dihadapi. Pemimpin adalah
ahli strategi yang memastikan bahwa sasaran organisasi akan dapat tercapai.
Dalam hal ini perubahan sosial, inovasi tekhnologi dan meningkatnya kompetisi
merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap pemimpin. Oleh karena itu
sangat dituntut bahwa pemimpin hendaknya memiliki talenta yang tinggi.
Menyadari peran pemimpin yang sangat sentral dalam
organisasi, para ahli berusaha melakukan berbagai macam penelitian untuk
mendapatkan kriteria-kriteria pemimpin yang terbaik. Sudah begitu banyak
teori-teori kepemimpinan yang ditulis oleh para ahli, baik dalam maupun luar
negeri. Namun cukup disayangkan aspek yang dibahas sebagian besar hanya dari
sisi manajemen dan bidang keahlian saja. Sehingga konsep yang dihasilkan
cenderung mengasingkan manusia dari manusia disekitarnya. Manajemen modern juga
menganggap tenaga kerja merupakan faktor produksi belaka sehingga menciptakan
manusia-manusia yang semakin hari semakin terasing dari kodratnya yang paling
utama yaitu sebagai abdi Tuhan.
Sebagaimana diuraikan oleh Stephen R. Covey (1989) yang
merupakan pakar psikologi dan manajemen organisasi dalam bukunya yang sangat
terkenal The 7 Habits of Highly Effective Person bahwa faktor terpenting
keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan oleh pemipinnya. Pemimpin yang
efektif akan dapat memotivasi seluruh perangkat personalnya untuk memajukan
organisasi dan mencapai tujuan organisasi dengan baik. Untuk itu pemimpin harus
memiliki kriteria khusus dan memegang prinsip yang dapat menjadikannya pemimpin
yang efektif.
Tidak dapat dipungkiri seorang pemimpin selain mengendalikan
perusahaan harus juga mampu mengendalikan dirinya sendiri dan berinteraksi
dengan lingkungannya. Interaksi tersebut tidak hanya terbatas pada anggota
dengan pimpinan, tetapi dalam arti luas interaksi tersebut melibatkan
orang-orang dengan siapa organisasi melakukan transaksinya, yaitu dengan klien
atau customer, supplier, pers, dan sebagainya. Interaksi tersebut tentu saja
tidak akan berlangsung baik dan lancar jika tidak didasari oleh adanya
penghargaan antara satu dengan yang lainnya.
Seberapa besar nilai-nilai pelayanan dan sikap positif
mendasari para anggotanya akan terbaca dalam konteks hubungan yang terjalin.
Dalam hal inilah pemimpin menjadi suatu model bagi para anggotanya. Bagaimana
ia bersikap tehadap orang lain, tidak hanya sekedar sebagai pimpinan yang
memberi perintah tetapi yang terpenting adalah kemampuannya untuk menjalin
secara harmonis dengan tidak hanya mengandalkan rasio semata tetapi mampu
menempatkan emosi pada tempat yang semestinya.
Oleh karena itu kepemimpinan dalam perusahaan harus juga
ditinjau dari perspektif psikologi dan spiritual. Comstock dkk. dalam
penelitiannya juga menyimpulkan bahwa kegiatan keagamaan yang dilakukan secara
teratur disertai dengan berdzikir, berdoa, ternyata dapat mengurangi resiko
kematian akibat penyakir jantung koroner, emphysema (penggelembungan paru) dan
lever sampai 50 persen.
Dalam penelitian lainnya yang dilakukan oleh Harrington,
Juthani, Monakow, dan Goldstein yang mencoba mencari hubungan antara ilmu pengetahuan
(neuroscientific) dengan dimensi spiritual. Walaupun belum dapat dibuktikan
secara sempurna namun mereka dalam presentasinya yang berjudul Brain and
Religion: Undigested Issues meyakini bahwa terdapat god spot dalam susunan
saraf pusat manusia. Sebagai contoh, orang yang menderita kecemasan, kemudian
diberi obat anti cemas, maka yang bersangkutan akan menjadi tenang. Namun orang
yang sama bila memanjatkan doa dan dzikir ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa juga
akan memperoleh ketenangan.
Pemimpin yang dibutuhkan tidak hanya melalui kecerdasan
intelegensia atau kecerdasan emosi semata. Namun juga dibutuhkan pemimpin yang mempunyai
kecerdasan spiritual (SQ). lalu bagaimana dengan pemimpin yang Atheis? Apakah mereka
bisa menjadi pemimpin yang baik?
enem Production's Team | Kamis, 16 April 2015
20.18
Unknown
Posted in:


0 komentar:
Posting Komentar